Tekan Angka Pernikahan Dini, Genre Go To School Sambangi SMA Ma’arif Terpadu Cicalengka

Tekan Angka Pernikahan Dini, Genre Go To School Sambangi SMA Ma’arif Terpadu Cicalengka

Tekan Angka Pernikahan Dini, Genre Go To School Sambangi SMA Ma’arif Terpadu Cicalengka

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Jawa Barat,

mengupayakan peningkatan umur pernikahan remaja melalui program Generasi Berencana (Genre).

Satu diantara yang menjadi kegiatan program tersebut adalah menyambangi sekolah-sekolah. Kali ini kegiatan Genre digelar di SMA Ma’arif Terpadu Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu, (16/9).

Kabid KSPK BKKBN Provinsi Jawa Barat, Pintauli Siregar mengatakan, Genre

adalah generasi berencana, yang pada umumnya adalah anak anak yang mengalami proses peralihan dari anak anak ke orang dewasa. Anak remaja mempunyai karakteristik, yang labil, berontak, emosi, egois.

Rasa keingintahuan remaja yang membuat perilaku mereka salah tingkah. Untuk mengandalikan masa remaja maka para remaja harus aktif dalam setiap organisasi. Yang mampu membimbing meraka ke arah kegiatan yang aktif dan positif sehingga tidak berlaku negative.

“Bonus demografi sedang, diimplementasikan menuju tahun 2030. Maka sebagai remaja kita harus ikut kb, karena kb tidak hanya untuk orang tua, atau orang yang menikah, tapi juga untuk anak anak remaja yang nanti menjadi generasi emas bonus demografi,” ucapnya di SMA Ma’arif Terpadu.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala OPD KB Kabupaten Bandung,

Yoga mengungkapkan program kb adalah program yang mengatur kelahiran penduduk. Penduduk cicalengka apabila tidak mengikuti kb, maka akan berakibat seperti cina dimana jumlah penduduk mereka sampai 1 miliar orang.

Orang yang ber-kb menurutnya, bukan berarti orang tersebut tidak boleh untuk punya anak, tapi orang yang ber-kb itu untuk mengatur jarak kelahiran setiap anak.

“Kb tidak hanya untuk orang dewasa tapi juga untuk anak remaja, melalui program genre, melalui salam genre yang telah disampaikan oleh Bapak agus joana tadi. Untuk itu pada generasi muda jangan berpikir kb itu hanya untuk orang tua, tapi juga dari program kb banyak materi untuk anak remaja. Karena sesungguhnya program kb adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Selanjutnya, Perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Agus menambahkan salam genre, dengan makna tidak pada seks bebas, tidak pada pernikahan dini, dan tidak pada narkoba. Program tersebut merupakan sebuah kerjasama antara DPR-RI dan BKKBN.

“Dikarenakan bkkbn adalah salah satu mitra kerja dari DPR-RI,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Di akhir acara BKKBN Perwakilan Jawa Barat Bersama Mitra Kerja membagikan sejumlah doorprise kepada peserta yang hadir di antaranya adalah 1 Unit TV, 1 Unit Smartphone, 1 Unit Sepeda Gunung, Power bank, Tas, Laptop dll acarapun berlangsung semakin ramai dan meriah.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sejarah-hari-pramuka-14-agustus/