Produksi dikelola oleh Negara

  1. Produksi dikelola oleh Negara

Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.

Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai kelemahan sebagai berikut :

  1. Sulit melakukan transaksi

Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oelh pemerintah, oelh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oelh mekanisme pasar.

  1. Membatasi kebebasan

Sistem tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin.

  1. Mengabaikan pendidikan moral

Dalam sistem ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidika moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi

            Inti dari sistem sosialis berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial. Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis antara lain, Korea Utara, Kuba,  Vietnam, RRC (sudah mulai mengendur).

II.4 Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Seperti telah dikatakan sebelumnya, sekarang ini tidak ada satupun (terkecuali di Korea Utara) Negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis atau kapitalis 100 %. Jadi, sistem ini merupakan “campuran” antara kedua sistem ekonomi tersebut diatas, dengan berbagai variansi kadar dominasinya (Tambunan, 2000b).

Sanusi (2000) menjelaskan sistem ekonomi campuran sebagai berikut:  Dalam sistem ekonomi campuran dimana kekuasaan dan kebebasan berjalan secara kebersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda. Ada sistem ekonomi campuran yang mendekati sistm kapitalis /liberalis karena kadar kebasan yang relatif besar atau presentase dari sistem kapitalisnya sangat besar. Adapula sistem ekonomi campuran yang mendekati ekonomi soosialis dimana peran kekuasaan pemerintah relative besar terutama dalam menjalankan berbagai kebijakan  ekonomi, moneter/fiscal dan lain-lain. Di dalam sistem ekonomi campuran adanya campur tangan pemerintahterutama untuk mengendalikan kehidupan/pertumbuhan ekonomi, mencegah adanya konsentrasi yang terlalu besar di tangan satu orang atau kelompok swasta, juga untuk melakukan stabilisasi perekonomian, mengatur tata tertib serta membantu golongan ekonomi lemah (hal 57).

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem