Perbedaan Wawancara dengan Dialog

Perbedaan Wawancara dengan Dialog

Perbedaan Wawancara dengan Dialog
Perbedaan Wawancara dengan Dialog

Wawancara sejarah lisan tidak sama dengan dialog.

Sebab wawancara sejarah lisan bukanlah percakapan dua orang, tetapi yang diutamakan adalah mendapatkan kisah pengalaman dari orang yang sedang diwawancarainya. Oleh karena itu, komentar dari pewawancara hanya terbatas pada pertanyaan-pertanyaan singkat untuk mengarahkan jalannya wawancara, sedangkan dialog lebih menekankan pada percakapan antara dua orang yang kadangkala tidak memerlukan untuk mendapatkan kisah pengalaman dari orang lain. Dialog tidak terbatas pada satu topik saja. Namun, berbagai topik dapat dibicarakan dalam dialog itu.

 

Pewawancara harus membuat pertanyaan yang pelakunya

Akan menjawab dengan banyak informasi yang diketahui berdasarkan pengalaman yang dimilikinya. Pelaku harus mengisahkan dan banyak bicara sehingga tidak hanya mengangguk atau menggelengkan kepala saja, sedangkan dialog seperti yang pernah disiarkan oleh beberapa stasiun televisi, informasi yang disampaikan oleh narasumber kepada publik bukan pengalaman pribadinya, tetapi lebih banyak kepada hasil pengamatan suatu peristiwa yang pernah disaksikannya. Pembicaraan-pembicaraan yang disampaikan dalam dialog terkesan lebih banyak saling berargumentasi untuk menunjukkan kemampuannya berbicara terhadap lawan bicaranya.

 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perbedaan wawancara dengan dialog adalah sebagai berikut.

  1. Pewawancara dan pelaku biasanya belum saling mengenal, Sedangkan dialog narasumbernya sudah dikenal sebelumnya.
  2. Pewawancara adalah pihak yang terus-menerus bertanya, sedangkan pelaku adalah pihak yang selalu menjawab pertanyaan tersebut.
  3. Urutan pertanyaan yang diajukan sudah ditentukan atau dirumuskan sebelum wawancara berlangsung, sedangkan dialog pembicaraan yang ke luar mengalir begitu saja sesuai dengan tema yang dibicarakannya.
  4. Sumber : https://bandarlampungkota.go.id/blog/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan/

Sekali lagi, wawancara sejarah lisan dengan dialog sangatlah berbeda.

Wawancara lebih menekankan pada pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan untuk mendapatkan kisah pengalaman dari orang yang sedang diwawancarainya. Sementara itu, dialog lebih menekankan pada percakapan antara dua orang yang tidak memerlukan untuk mendapatkan kisah pengalaman dari orang lain dan kadangkala banyak topik yang dibicarakannya.