Perbankan Indonesia

Perbankan Indonesia

Perbankan Indonesia
Perbankan Indonesia

Pengertian Bank Indonesia

      Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia. Sebagai Bank Sental, BI mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang Negara lain

Untuk mencapai tujuan tersebut BI di dukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintergrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2.1.7.2. Tugas dan Fungsi Bank Indonesia

            Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memlihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang Negara lain

Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang Negara lain. Perumusan tujuan tunggal ini dimaksudka untuk memperjelas sasaran yang harus dicapai Bank Indonesia serta batas – batas tanggung jawabnya. Dengan demikian, tercapai atau tidaknya tujuan Bank Indonesia ini kelak akan dapat diukur dengan mudah.

Tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong pertumbuhan ekonomi di sector rill ke arah yang lebih baik. Meskipun Bank Indonesia secara bertahap sudah menurunkan tingkat diskonto SBI, hingga saat ini perbankan nasional masih belum mengikutinya dengan penurunan suku bunga kredit. (Peni Sawitri, Eko Hartanto,2007)

2.1.7.3. Pengertian dan Fungsi Bank Umum

            Bank Umum adalah lembaga keuangan yang tujuannya utamanya adalah mencari keuntungan. Keuntungan adalah selisih antara pendapatan dan biaya. Pendapatan diperoleh dari hasil kegiatan, berupa pemberian pinjaman dan pembelian surat – surat berharga, sedangkan biaya berupa pembayaran bunga dan biaya – biaya lainnya.

Sistem perbankan merupakan suatu kesatuan organisasi yang terbentuk karena adanya proses interkoneksi diantara instrument perbankan, pasar uang dan institusi perbankan. Didalam proses interkoneksi industri perbankan bertindak sebagai pelaksana yang mengatur dan mengendalikan instrument perbankan dan pasar uang.

      2.2.      Kajian Penelitian Sejenis

NoNama PenelitiJudul PenelitianVariabel Teknik AnalisisHasil Penelitian
1.Hartono dan Parulian Sitohang (2008)Analisis Hubungan Profitabilitas dengan Pergerakan Saham pada Sektor Usaha Perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI)Variabel dependen : pergerakan harga sahamVariabel independen : NPM, ROA, ROEHasil penelitian menunjukan bahwa hanya resiko ROE saja yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pergerakan harga saham. Sedangkan rasio lainnya yaitu rasio NPM dan ROA tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan harga saham.
2.Indah Nurmalasari (2009)Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Harga Saham Emiten LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2008Variabel dependen : harga sahamVariabel independen : ROA, ROE, NMP, EPSHasil penelitian menunjukan bahwa variabel Return On Assets (ROA) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham serta parsial dengan tingkat signifikan (0,000 dan 0,004). Sedangkan rasio keuangan lainnya tidak berpengaruh. Untuk rasio keuangan yang terdiri dari NPM, ROE, ROI, dan EPS berpengaruh secara bersama – sama terhadap harga saham pada tahun 2005-2008
3.Yopi Atul Improh Atik (2012)Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Tingkat Suku Bunga SBI terhadap Harga Saham Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)Variabel dependen : harga sahamVariabel independen : Inflasi, Nilai Tukar, Tingkat Suku Bunga SBIba sedangkan sisanya yaitu 41% harga saham perbankan dipengaruhi oleh variabel – variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.Boris Brahmono (2007)Pengaruh Faktor –faktor Makroekonomi terhadap Harga Saham (studi kasus pada PT. Bank Mandiri)Variabel dependen : harga sahamVariabel independen : inflasi, kurs rupiah, SBI 3 bulan, uang beredar (m2)Hasil penelitian menunjukan hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas secara simultan yang menghasilkan keempat variabel bebas tersebut berpengaruh secara nyata terhadap harga saham. Dari pengolahan data variabel bebas secara parsial diperoleh hasil yaitu inflasi tidak berpengaruh terhadap harga saham sedangkan kurs rupiah, SBI 3 bulan dan uang beredar (m2) berpengaruh secara nyata terhadap harga saham.
5.Robby Suryawan AgungPengaruh Tingkat Suku Bunga SBI, nilai tukar mata uang dan tingkat inflasi terhadap perubahan harga saham perbankan di Bursa Efek IndonesiaVariabel dependen : harga sahamVariabel independen : tingkat suku bunga SBI, nilai tukar mata uang dan tingkat inflasiHasil penelitian regresi linier berganda menunjukan variabel suku bunga SBI memiliki pengaruh positif terhadap harga saham sub sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan variabel nilai tukar rupiah terhadap US Dollar dan tingkat inflasi memiliki pengaruh negatif terhadap harga saham sub sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia. Pada pengujian secara parsial menunjukan hanya variabel nilai tukar rupiah terhadap US Dollar saja yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap harga saham sedangkan variabel suku bunga SBI serta tingkat inflasi tidak berpengaruh secara signifikan. Pengujian secara bersama –sama (simultan) menunjukan keseluruhan variabel independen memberikan pengaruh terhadap variabel dependen.
6.Asep Saepudin (2012)Pengaruh rasio profitabilitas dan invesment opportunity set (IOS) terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di BEIVariabel dependen : harga sahamVariabel independen : ROA, ROE, NPM dan PERBerdasarkan hasil uji korelasi diketahui bahwa ROA, ROE dan NPM memiliki korelasi positif terhadap harga saham, sedangkan PER memiliki korelasi negatif terhadap harga saham. Hasil uji simultan diketahui bahwa ROA, ROE, NPM dan PER secara bersama – sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap harga saham. Dari hasil regresi berganda, diketahui bahwa ROA dan NPM memiliki nilai yang positif terhadap harga saham, sedangkan ROE dan PER memiliki nilai yang negatif terhadap harga saham. Hasil uji-t secara parsial ROA berpengaruh terhadap harga saham sedangkan ROE, NPM dan PER tidak berpengaruh terhadap harga saham

Sumber : https://merkbagus.id/