Pendidikan Digital Jadi Bekal Hadapi Revolusi Industri 4.0

Pendidikan Digital Jadi Bekal Hadapi Revolusi Industri 4.0

Pendidikan Digital Jadi Bekal Hadapi Revolusi Industri 4.0
Pendidikan Digital Jadi Bekal Hadapi Revolusi Industri 4.0

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

mengatakan bahwa pendidikan digital sangat penting untuk menghadapi era revolusi industri 4.0.

Era revolusi industri 4.0 akan menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Pilihan Redaksi

Andanu Prasetyo: Bikin Kopi Tuku Bukan Karena Suka Kopi
Indonesia Perlu Belajar dari Turki Soal Dagang Busana Muslim

Nasir menilai kalau nanti ke depannya sekolah formal sekarang bisa berubah menjadi museum

ketika semua sudah serba digital. “Sekolah-sekolah barangkali ke depan mungkin mggak akan bertahan lama, kampus-kampus ke depan mungkin jadi museum karena fokusnya sekarang lebih ke teknologi informasi,” ujar Nasir di acara Learning Innovation Summit, Rabu (14/3/2018).

Selain itu, Nasir juga berusaha mendorong sistem pembelajaran di perguruan tinggi menuju ke arah cyber karena jumlah Angka Partisipasi Kasar (APK) anak Indonesia yang sampai kuliah masih berkisar 31%. Angka itu sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia 38%, Thailand 51%, bahkan Korea Selatan mencapai 91%.

“Artinya di Korea Selatan, usia 18-32 tahun hampir semua anak mengikuti pendidikan tingginya.

Sedangkan di Indonesia kan negara kepulauan yang mungkin menjadi sulit karena harus membangun gedung-gedung kuliah, infrastruktur demi menghadapi revolusi industri 4.0, makanya perkembangan tekonogi informasi bisa jadi solusi,” tambahnya.

CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan Co-Founder Ruangguru Iman Usman mengatakan bahwa para orangtua saat ini perlu mengikuti perkembangan zaman yang semakin digital termasuk soal pendidikan anak. Dengan hadirnya startup berbasis teknologi dan pendidikan seperti Ruangguru, akan membantu orangtua menjadi lebih ‘digital’.

“Belajar sekarang bisa lewat gadget, ada videonya, latihan soal ada di dalam aplikasi, catatan dan ujian juga ada, kami berusaha membuat ekosistem pendidikan digital. Kami punya banyak produk, kayak ruangguru digital bootcamp gimana anak bisa menggunakan grup chat buat sarana belajar. Ada juga ruangles untuk bantu orangtua yang bingung bisa tanya lewat aplikasi apa masalahnya dan langsung konsultasi dengan guru,” jelas Iman. (gus/gus)

 

Baca Juga :