Pelaksanaan Sensus Penduduk

Pelaksanaan Sensus Penduduk

Pelaksanaan Sensus Penduduk

1. Pra pelaksanaana

  1. Sebelum melaksanakan sensus, pihak BPS melakukan pelatihan terhadap petugassensus untuk mewawancarai kepala rumah tangga dan anggota denganmenggunakan daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan, halini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan.
  2. Membagi wilayah dalam wilayah pencacahan). Luas pencacahan berbeda-bedatergantung pada kemampuan petugas sensus untuk melaksanakan tugasnya dalamsatu hari, yaitu pada hari pelaksanaan. Suatu wilayah bias terdiri dari satu blok sensus, bias saja terdiri dari beberapa blok sensus, hal ini dilakukan untuk mempermudah, memperingan dan meminimalkan kesalahan cakupan ( error of converage), kesalahan laporan (error of content) dan kesalahan ketepatan laporan(estimating error)

2. Hari pelaksanaan

Dalam pelaksanaan sensus 1 (satu) hari selesai yaitu tanggal 30 Juni, pencacahandilaksanakan system aktif, artinya petugas sensus aktif mendatangi rumah tangga untuk mendapatkan data demografi, social ekonomi dari masing-masing rumah tangga dananggotanya, tetapi sebelum hari H semua quesuiner sudah dibagikan dan yang telahdiidikan diadakan penyesuaian ditakutkan ada kelahiran, kematian, ada pendatang barudan ada anggota rumah tangga yang pindah ke provinsi lain selama periode pencacahan.


3. Pasca pelaksanaan

Data hasil pencacahan dari petugas sensus di olah oleh Badan Pusat Statistik. Konsepyang digunakan:


  • Penduduk yang dicacah

Cara pencacahan yang dipakai dalam sensus penduduk adalah kombinasi de jure dan de facto. Bagi mereka yang bertempat tinggal tetap dipakai cara de jure,dicacah dimana mereka tinggal secara resmi, sedangkan untuk yang bertempattinggal tetap dicacah secara de facto, di tempat dimana mereka ditemukan oleh petugas lapangan. Bagi mereka yang mempunyai tempat tinggal tetap, tetapisedang bertugas di luar wilayah lebih dari 6 bulan, tidak dicacah di tempattnggalnya dan begitu sebaliknya.


  • Blok Sensus

Adalah wilyah kerja bagi pencacah agar beban kerja setiap pencacahhomogeny. Selanjutnya Blok Sensus ini dapat dijadikan kerangka sampel untuk survey-survei dengan pendekatan rumah tangga.


  • Klasifikasi daerah perkotaan/pedesaan

Klasifikasi daerah perkotaan/pedesaan didasarkan pada skor yang dihitungdari kepadatan penduduk, prosentase rumah tangga, yang bekerja di bidang pertanian, dan akses terhadap fasilitas kota seperti sekkolah, rumah sakit, jalanaspal, telephon, dan sebagainya. Untuk lebih dapat menggambarkan tingkat perkotaan yang lebih konkret, dicoba pula membagi perkotaan menjadoi tigakelas, yaitu perkotaan besar, perkotaan sedang dan perkotaan kecil.


  • Bangunan

Bangunan fisik adalah tempat perlindungan tetap sementara yang mempunyaidinding, lantai dan atap baik digunakan untuk tempat tinggal atau bukan tempattinggal. Bangunan sensus adalah sebagian atau seluruh bangunan fisik yangmempunyai pintu keluar/masuk sendiri dan merupakan satu kesatuan penggunaan.


  • Rumah tangga

Rumah tangga biasa adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendiamisebagian atau seluruh bangunan fisik/sensus, dan biasanya tinggal bersama sertamakan dari satu dapur.Rumah tangga khusus terdiri dari:

  1. Orang yang tinggal di asrama
  2. Orang yang tinggal di lembaga pemasyarakatan, panti asuhan, rumahtahanan, dsb.
  3. Sepuluh orang atau lebih yang mondok dengan makan (indekost).

  • Anggota rumah tangga

Adalah semua orang yang biasanya bertempat di suatu rumah tangga baik yang berada di rumah pada waktu pencacahan maupun yang sementara tidak ada.


Sumber: https://berpaydayloanlendersquickloans.com/a-way-to-slay-apk/