NASA akan luncurkan wahana pemantau korona Matahari

NASA akan luncurkan wahana pemantau korona Matahari

NASA akan luncurkan wahana pemantau korona Matahari

Seandainya kondisi cuaca dan semua rencana berjalan lancar, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan meluncurkan sebuah wahana antariksa ke matahari.

Wahana antariksa bernama The Parker Solar Probe akan mengorbit

dan memantau pusat tata surya itu dari jarak dekat yang belum pernah dicapai wahana antariksa sebelumnya. Wahana antariksa tersebut dibuat untuk dapat menahan suhu panas ekstrem hingga 1.370 Celsius agar dapat mengumpulkan data serta gambar dari atmosfer matahari yang dikenal sebagai korona.

The Parker Solar Probe juga memiliki kecepatan hingga 692 Kilometer per jam, menjadikan wahana ini ebagai wahana luar angkasa tercepat buatan manusia. Kecepatan wahana ini mampu membuat waktu perjalanan antara Philadelphia dengan Washington DC hanya dalam hitungan detik.

NASA berencana menggunakan data tersebut untuk bagaimana mengantisipasi

angin matahari yang dihasilkan dari korona. Umumnya angin matahari yang kuat dapat mengubah orbit satelit, mengganggu instrumennya dan bahkan memengaruhi sistem pembangkit listrik di Bumi. Jika manusia ingin mengeksplorasi antariksa lebih jauh pada waktu mendatang, manusia perlu meneliti terlebih dahulu bagaimana angin matahari dapat memengaruhi wahana antariksa.

Selain itu, perlu juga untuk mengamati lebih dekat matahari sebagai pusat tata surya terdekat dari Bumi sebelum meneliti lebih banyak mengenai pusat-pusat tata surya lainnya di alam semesta ini. Pada akhirnya, penelitian mengenai matahari bisa mengungkap asal usul kehidupan di Bumi, mengingat pusat tata surya tersebut merupakan sumber cahaya dan panas bagi planet biru.

Sebelum Parker Solar Probe bisa mengorbit di atas atmosfer matahari

dengan jarak 3,83 juta mil, wahana itu terlebih dahulu akan mengelilingi pusat tata surya tersebut selama tujuh tahun. Parker Solar Probe akan menggunakan daya gravitasi dari Venus untuk terbang mendekati matahari dalam setiap orbitnya sambil meningkatkan kecepatannya. Pada saat wahana ini mencapai orbit finalnya, Parker Solar Probe akan mengorbit matahari secara dekat dengan kecepatan 692 Kilometer per jam.

 

Baca Juga :