Mengenal 6 Pahlawan Nasional 2019 di Hari Pahlawan

Mengenal 6 Pahlawan Nasional 2019 di Hari Pahlawan

Selamat Hari Pahlawan! Pada peringatan Hari Pahlawan 2019 ini, berdasar Surat Keputusan Presiden Nomor 120/TK Tahun 2019 tertanggal 7 November 2019, Presiden Joko Widodo menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2019 kepada 6 tokoh.

Pemberian gelar penghargaan selanjutnya di terima oleh para pakar waris dan dijalankan terhadap Jumat 8 November 2019, di Istana Negara, Jakarta Pusat. Siapakah keenam tokoh tersebut?

1. Ruhana Kuddus
Beliau dikenal sebagai keliru satu tokoh jurnali perempuan Indonesia. Ia menjadi tokoh jurnalis perempuan pertama yang mendirikan surat kabar di Indonesia. Surat kabar selanjutnya bernama Soenting Melajoe.

Selain sosoknya yang dikenal sebagai jurnalis perempuan, ia termasuk merupakan kakak tiri Pahlawan Nasional Sutan Syahrir, bibi penyair Chairil Anwar dan sepupu Pahlawan Nasional K.H. Agus Salim.

2. Sultan Himayatuddin
Seperti dikutip dari Bobo.grid.id, beliau merupakan pemimpin Kesultanan Buton dua kali, terhadap 1752 – 1755 dan 1760 – 1763. Berkat kegigihan beliau, penjajah Belanda sukses hengkang dari tanah Buton.

Sultan Himayatuddin pun menobatkan dirinya sebagai “Oputa Yi Koo”, yang bermakna raja atau penguasa yang bergerilya melawan penjajah di dalam hutan.

3. Prof. dr. M. Sardjito
Bagi Grameds yang berdomisili di Yogyakarta, tentu saja tak asing bersama dengan nama yang satu ini. Karena memang, nama beliau menjadi keliru satu nama tempat tinggal sakit di Yogyakarta.

Sosok beliau dikenal sebagai keliru satu dokter yang berjasa dalam dunia pendidikan Indonesia. Lebih lanjut, beliau merupakan perintis dan rektor pertama Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM), dan juga Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM. Selain itu, beliau dikenal sebagai penemu beragam hal di dalam bidang kesehatan.

4. Abdul Kahar Muzakir
Beliau berasal dari Yogyakarta dan merupakan keliru satu anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Beliau termasuk dikenal sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII).

5. A.A. Maramis
Beliau punyai nama lengkap Alexander Andries Maramis. Dikenal sebagai keliru satu tokoh penting di kepemerintahan Indonesia di era awal kemerdekaan. Beliau merupakan anggota BPUPKI dan KNIP.

Selain itu, di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, beliau pernah lebih dari satu kali menjabat sebagai menteri. Yaitu Menteri Keuangan Indonesia dan Menteri Luar Negeri Indonesia. Ia termasuk pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Filipina, Jerman Barat, Uni Soviet dan Finlandia.

6. K.H. Masjkur
Jasanya tak putus sejak Indonesia merdeka sampai puluhan tahun berikutnya. Di pertempuran 10 November 1945, beliau dikenal sebagai pimpinan Barisan Sabilillah. Lalu ia tercatat mendiami sejumlah peran dalam kepemerintahan Indonesia.

Artikel Lainnya  : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Beliau pernah menjadi Menteri Agama Indonesia terhadap 1947 sampai 1949. Kemudian, terhadap 1959 sampai 1971 ia menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Serta terhadap 1968 silam, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung.

baca juga :