Lulusan SMK Tak Laku di Dunia Kerja, Ini Kata Menteri Ekonomi

Lulusan SMK Tak Laku di Dunia Kerja, Ini Kata Menteri Ekonomi

Lulusan SMK Tak Laku di Dunia Kerja, Ini Kata Menteri Ekonomi
Lulusan SMK Tak Laku di Dunia Kerja, Ini Kata Menteri Ekonomi

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengeluhkan sulitnya

membuat kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi fleksibel. Selama ini kurikulum SMK cenderung lebih banyak mengajarkan teori dibanding praktik. Padahal SMK dipersiapkan untuk mereka yang siap bekerja maupun berwirausaha.

“Susahnya membuka kurikulum SMK itu bisa jadi lebih fleksibel. Semua bilang itu sudah benar. Tapi kok teori banyak sekali diajarin. Masa SMK belajar teori banyak-banyak? Praktik kapan?,” ujarnya di Rakornas Kadin, Jakarta, Selasa (3/10).

Dia menceritakan, beberapa siswa SMK banyak yang memiliki kemampuan, hanya saja tidak mahir. Sebab praktik yang mereka lakukan hanya dalam waktu singkat.
SMK
Siswi SMK saat pelatihan membatik (Toni Suhartono/ Indopos)

“Selain itu, bisa ngelas? Bisa, pernah. Ada banyak hal yang dia bisa tapi sedikit-sedikit

. Karena dua hari belajar. Kita nggak perlu begitu, yang penting modulnya,” jelas dia.

Menurutnya, saat ini pemerintah akan mengupayakan pemberian sertifikat kompetensi setiap tahunnya. Upaya itu juga perlu disinergikan dengan para pelaku usaha. Sehingga, nantinya sertifikat kompetensi itu dapat menjadi pertimbangan pengusaha dalam melakukan rekrutmen karyawan.

“Tiga tahun dapat ijazah, susah kerja. Terlalu mahal itu. Kita bikin s

etiap tahun dia memiliki sertifikat kompetensi. Dan sertifikat kompetensi itu perlu kerja sama dengan dunia usaha. Karena kalau nggak, itu nggak laku sertifikatnya,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/1/