Lafadz dari segi cara menunjukkan makna

Lafadz dari segi cara menunjukkan makna

isyarat nash adalah penunjukan lafadz pada suatu makna yang tidak dimaksud secara langsung dari lafadznya tidak pula secara susunanya, tetapi merupakan kelaziman bagi arti yang diucapkan diungkapkan untuk itu.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ … (البقـرة / ۲ : ۲۳۳)

kata “له” itu sendiri dimaksud-kan di sini adalah ayah. Sehingga “ungkapan” “المولود له” arti asalnya “anak untuk ayah” . Oleh karena itu, ungkapan lafal “المولود له” mengandung arti lain. Selain dari arti yang disebutkan, yaitu anak adalah milik ayah dan oleh karenanya anak- anak yang lahir dinasabkan kepada ayahnya bukan kepada ibunya. Pengertian yang disebut terakhir ini merupakan “Isyarat” yang dapat ditangkap dibalik susunan lafal nash. hal ini juga sesuai dengan sabda nabi yang berbunyi : اَنْتَ وَمَالِكَ لِاَبِيْكَ

Iqtidla’ al-nash ialah penunjukkan lafal nash kepada sesuatu makna yang tidak disebutkan, akan tetapi kebenaran lafadznya dapat dikira-kirakan atas makna dimaksud secara syara’.

Contoh :
Hadits nabi :
رُفِعَ عَنْ أُمَّتِي الخَطَأُ والنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

Kalimat ini secara dhahir seakan-akan menyimpan lafadz “رفع فعل” yang berarti bahwa bebasnya suatu perbuatan apabila terjadi kesalahan atau lupa, padahal makna ini tidak sesuai, karna suatu perbuatan yang sudah terjadi tidaklah dibebaskan, sehingga pemaknaan yang benar dalam kalimat ini harus mengira-ngira lafadz yang tersimpan di dalamnya, yaitu mengira-ngira lafadz “ الاثمرفع” jadi yang dimaksud dalam pembebasan dalam suatu kesalahan, lupa, atau terpaksa adalah dosanya bukan perbuatannya. Dan ini adalah maksud yang benar menurut susunan lafadznya.

Mafhum adalah lafat yang kandungan hukumnya dipahami dari apa yang terdapat dibalik dari arti mantuq-nya. Dengan kata lain mafhum itu disebut dengan makna tersirat.

Contohnya, “janganlah kamu berkata kepada kedua orang tua dengan perkataan yang menyakitkan perkataanny.” Terdapat dalam QS. al-Isra/17: 23.

(23)…فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ…

 

Sumber :

https://nashatakram.net/zanco-tiny-t1-ponsel-terkecil-di-dunia/