Komunitas 1.000 Guru Sumbar, Memotivasi Sembari Traveling

Komunitas 1.000 Guru Sumbar, Memotivasi Sembari Traveling

Komunitas 1.000 Guru Sumbar, Memotivasi Sembari Traveling
Komunitas 1.000 Guru Sumbar, Memotivasi Sembari Traveling

Menularkan kebaikan terhadap orang di sekitar dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Bisa berbagi rezeki, pengalaman, ide dan maupun pikiran lainnya. Sehingga apa yang diberikan dapat memberikan dampak positif.

Demikian yang dilakoni pada Komunitas 1.000 Guru. Berdiri sejak 22 Agustus 2012, komunitas ini berkembang di berbagai daerah. Termasuk di Sumatera Barat (Sumbar) yang hingga akhirnya komunitas ini diresmikan pada 4 Juli 2015.

Di Ranah Minang ini, program yang dilakukan Komunitas 1.000 Guru tidak jauh beda dengan daerah lain. Ketua Komunitas 1.000 Guru, Sartika Syamer, menyebut selain ada kegiatan Traveling and Teaching (TNT) dan Teaching and Giving (TNG), ada juga bakti sosial ke panti asuhan saat bulan Ramadan lalu dan di arena Car Free Day (CFD) GOR H Agus Salim, setiap Minggu pagi.

Sartika Syamer menjelaskan, pada kegiatan CFD tersebut anggota Komunitas 1.000 Guru menjual

merchandise seperti topi, baju, gelang, stiker, pin dan mainan kunci.

”Saat ini relawan 1.000 Guru telah lebih dari 100 orang. Relawan 1.000 Guru tidak harus berlatar belakang pendidikan guru. Siapa pun bisa ikut, asalkan ada niat untuk saling berbagi dan punya batasan umur dari 18 sampai 35 tahun,” ucapnya kepada Padang Ekspres (Jawa Pos Group).

Untuk kegiatan TNT, 1.000 Guru Sumbar pertama kali melakukan pada 2015 lalu di berbagai sekolah. Pertama mulai dari SD N 13 Sungaipisang, Bungus, Padang; SD N 10, SD N 14, SD N 34, SD N 41 Kecamatan Palembayan, Agam (selama Oktober 2015).

TNT ketiga pada Desember 2015 di SD N 11 FILLIAL Pakan Rabaa Taratak Baru

, Kabupaten Solok. TNT ke empat Februari 2016 di SD N 15 Sungainyalo, Kecamatan XI Koto Tarusan, Pesisir Selatan.

Sementara untuk kegiatan TNG yang dilaksanakan 1000 Guru Sumbar pertama kali pada November 2015 di SD N 17 Airdingin, Padang. TNG ke dua pada Januari 2016 di SLB YPPLB Mangunsarkoro, Padang, serta TNG ke tiga di SD N 18 Anduring, Padang. ”Rencananya Oktober ini kami akan mengadakan TNT ke delapan dan sekarang kami lagi survei tempat, berkemungkinan di Solok Selatan,” lanjutnya.

Salah satu anggota 1.000 Guru Sumbar, Halfi Hasanah menceritakan, dia bergabung dengan komunitas ini saat TNT kelima. Tertarik karena di komunitas ini bisa berbagi pengalaman dan ketemu dengan orang-orang baru.
Tentunya menularkan pemikiran-pemikiran untuk perubahan bangsa.

Apa yang dilakukannya itu memang sejalan dengan misi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dijalankan pemerintah di bawah komando Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). ”Selagi kegiatannya positif kenapa tidak. Dan saya suka dengan Komunitas 1.000 Guru ini, karena bisa ketemu anak-anak,” ucapnya.

Sebab Komunitas 1.000 Guru fokus pendidikan murid SD. Dia sangat senang bisa berbagi dan memberikan motivasi sekaligus inspirasi kepada anak-anak tersebut. ”Selain berbagi juga bisa traveling di lokasi kegiatan,” pungkasnya.

 

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/vokal-dan-konsonan.html