KESEMPATAN KEDUA

KESEMPATAN KEDUA

Dalam suatu malam, terlihat seorang pemuda yang berwajah tampan sedang memacu lajukan kendaraannya. Karena lelah serta ngantuk yang mendera, seketika ia kehilangan kesadaran dan mobil yang dikendarainya pun melintasi trotoar serta berakhir dengan menabrak sebuah pohon besar.

Karena mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya, si pemuda sempat mengalami koma dan dirawat di rumah sakit. Dan ketika kesadarannya mulai kembali terdengar erangan perlahan.

“Aduh, kepalaku sangat sakit sekali, kenapa badan ku juga tidak dapat digerakkan?”. Nanar dan tempak bayangan bundanya yang sedang menangis, memegangi tangan serta memanggil-manggil namanya.

Setelah beberapa hari, dan kesadarannya mulai pulih, ia baru tahu bahwa mobil yang dikendarainya ringsek tidak karuan, dan apabila melihat kondisi mobil harusnya sang pengemudi pasti meninggal dunia. Namun ajaibnya, dia masih hidup (walaupun mengalami gegar otak yang lumayan parah, tulang paha yang patah, serta memar di sana-sini).

Hal tersebut membuatnya harus menjalani operasi dan proses penyembuhan yang lumayan lama serta menyakitkan.

Ketika pamannya datang menjenguk, si pemuda menggerutu tidak puas dengan kehidupannya. “Dunia memang tidak adil! Sejak kecil aku telah ditinggal oleh ayahku, dan gara-gara bunda membelikan mobil jelek, aku mengalami kecelakaan dan cacat seperti ini. Sungguh sial hidupku”.

Sang paman yang mengenal pemuda sejak kecil menegur dengan keras “anak muda, ternyata dibalik wajahmu yang rupawan ternyata jiwamu tidak, bundamu selama ini bekerja keras hingga hidupmu berkecukupan. Lihatlah sekelilingmu, sangat banyak orang yang tidak beruntung sepertimu, jangan menyalahkan orang lain , kecelakaan ini karena kesalahanmu sendiri”.

“Dan pernahkah kamu pikirkan, seandainya kecelakaan itu menghilangkan nyawamu, sudah memiliki bekal apa untuk kamu pertanggung jawabkan seluruh kelakuanmu di hadapan sang pencipta? Tuhan amat sangat baik, telah memberikan kesempatan kedua untukmu dapat hidup lebih lama. Dan itu artinya kau harus hidup dengan lebih baik, apa kamu mengerti?” lanjut sang paman memberi nasihat.

Sang pemuda sangat terpana dan sesaat menjawab dengan lirih “Terima kasih paman, saya janji akan terus mengingat nasihat dari paman ini. Biarkan saja luka di wajah ini sebagai pengingat supaya aku tahu diri serta mampu untuk terus bersyukur.

Baca Juga :