Investasi Mobil Listrik Hyundai di RI jadi Fokus Pemerintah

Investasi Mobil Listrik Hyundai di RI jadi Fokus Pemerintah

Investasi Mobil Listrik Hyundai di RI jadi Fokus Pemerintah
Investasi Mobil Listrik Hyundai di RI jadi Fokus Pemerintah

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan investasi Hyundai di Indonesia

menjadi fokus pemerintah menjelang akhir 2019. Pabrikan otomotif Korea, Hyundai dikabarkan berencana membangun fasilitas produksi mobil bertenaga listrik di Karawang, Jawa Barat.

Kepala BPPHT BKPM Suhartono mengatakan Hyundai masuk dalam empat fokus realisasi investasi di Indonesia, setelah China Petroleum Corporation (CPC), Lotte Corporation, hingga Tanjung Jati Power Plant.

“Ada dari CPC, Lotte Korea, ada juga Pembangkit Listrik Tanjung (Jati). Kemudian ada satu lagi masalah Hyundai yang sedang ditangani, termasuk mobil listrik ini,” kata Suhartono saat ditemui CNNIndonesia.com dalam acara Pinvest di Jakarta, Senin (18/11).

Lihat juga:Luhut Berkeras Hyundai Bakal Investasi Rp14 Triliun

Suhartono mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyiapkan regulasi demi ‘menyejukkan’ iklim investasi di Indonesia dari sisi regulasi. Sebab BKPM ingin menarik investasi dari para perusahaan ‘kakap’ global.

“Kepastian untuk mendapatkan fasilitas tax holiday dan tax allowance dan juga fasilitas yang lain terkait dengan investasi yang memang investasi ini membutuhkan investasi yang besar,” ujarnya.

Suhartono pun mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui usulan BKPM

untuk memberikan kepastian terhadap investasi di Indonesia, termasuk pemberian fasilitas keringanan pajak.

Lihat juga:Hyundai Bantah Luhut Soal Investasi Mobil Listrik Rp14 T
Sebelumnya, Hyundai Motor Company membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait investasi mobil listrik Hyundai senilai US$1 miliar atau Rp14 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Sebelum bantahan tersebut, diberitakan bahwa Presiden Jokowi akan menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan Hyundai di Korsel pada 25 November 2019.

“Namun, belum ada keputusan yang dibuat sampai saat ini terkait penambahan fasilitas produksi baru di kawasan (Asia Tenggara), termasuk Indonesia,” Head of Global PR Hyundai Motor Company KS Kim dalam keterangan resmi diterima CNNIndonesia.com, Jumat (15/11).

 

Baca Juga :