Hari Kedua Jadi Gubernur, Anies Hadiri Acara Gerindra

Hari Kedua Jadi Gubernur, Anies Hadiri Acara Gerindra

Hari Kedua Jadi Gubernur, Anies Hadiri Acara Gerindra
Hari Kedua Jadi Gubernur, Anies Hadiri Acara Gerindra

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjalani hari keduanya bertugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan menyempatkan diri menghadiri acara Konferensi Nasional dan Temu Kader Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (18/10).

Kabar kehadiran Anies ini diketahui dari unggahan foto di laman twitter milik Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Di akun @fadlizon, Wakil Ketua DPR itu mengunggah foto dirinya tengah bersama Anies-Sandi di acara tersebut, pada pukul 08.32 WIB.

Dalam foto tersebut ketiganya nampak tersenyum berbarengan. Di belakang ketiganya terlihat kehadiran Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo.

Anies dan Sandi nampak masih mengenakan seragam dinas harian berwarna putih.

“Dg Gub N Wagub DKI Jakarta @aniesbaswedan n @sandiagauno pagi ini di Konferensi @Gerindra,” cuit Fadli Zon.

Gerindra adalah partai yang mengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 lalu. Tak diketahui apakah acara Gerindra itu masuk dalam agenda resmi Anies-Sandi sebagai pemimpin baru Jakarta.

Sebelum menghadiri acara Gerindra, Anies-Sandi terlebih dulu mengunjungi Sekolah Dasar Negeri 07 Cawang, Jakarta Timur.

Di sekolah itu Anies menyatakan akan meningkatkan jumlah anak di Jakarta yang menuntaskan program Wajib Belajar 12 Tahun.

Akes pendidikan juga lebih dipermudah. Akan tetapi, kata Anies, itu tak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Ini akan kita tingkatkan bahwa anak kita yang diantar (ke sekolah), SD kelas 1, bisa sekolah sampai tuntas (Kelas 12),” ujarnya.

Keinginan itu, lanjut Anies, setelah dirinya melihat Angka Partisipasi Murni (APS)

pada tiap kenaikan jenjang pendidikan yang semakin menurun.

Kata dia, berdasarkan data BPS, APM di Jakarta untuk jenjang SD pada 2015/2016 adalah 97,01 persen. APM untuk jenjang SMP sederajat adalah 80,35 persen. APM untuk jenjang SMA sederajat ialah 59,3 persen. Sementara, APM untuk jenjang perguruan tinggi hanya mencapai 21,49 persen.

Data tersebut dapat dibaca bahwa ada 97,1 persen anak yang lulus SD

. Setelah masuk SMP, anak-anak yang lulus jenjang tersebut hanya 80,35 persen.

“Dan begitu SMA itu menurun (angka partisipasi) jadi 59 (persen). Bayangkan, di Jakarta, Ibu Kota,” lanjut Anies.

Menurutnya, peningkatan kuantitas siswa yang sekolah ini adalah salah satu fokus utama pemerintahannya di Jakarta. Meski demikian, Anies juga menyebut soal pentingnya kualitas.

Buruknya kualitas pendidikan Jakarta salah satunya tercermin dari data INAP (Indonesian National Assessment Program) terkait kemampuan membaca anak di ibu kota yang berada di bawah angka nasional.

“Padahal Jakarta itu akses pada buku banyak, bacaan luas. Tapi ternyata di sini kemampuan bacanya lebih rendah. Maka akan kita pastikan ini contoh saja, nanti ada aspek lain dalam INAP itu,” ucapnya.

Lihat juga:Setumpuk Janji Anies-Sandi untuk Warga Jakarta

Kualitas lain yang akan ditingkatkan adalah terkait relasi antara guru dan murid. “Dan yang paling gampang di sekolah itu dilihat. Anaknya bahagia apa tidak, gurunya bahagia apa tidak, kalau dua-duanya bahagia maka kita tinggal dorong proses belajar mengajarnya,” tuturnya.

Anies mengaku, keseriusan dalam hal pendidikan ini tak lepas dari janji kampanyenya pada Pilkada DKI jakarta 2017. Ia mengaku proses pembenahan tersebut membutuhkan waktu.

“Kalau kita bangun jembatan bisa dipercepat. Kalau memperbaiki pendidikan perlu waktu. Tapi kami commit, bahwa kami ingin bereskan masalah pendidikan di jakarta. Dan kami seriusi itu. Anda bisa lihat tema utama kita lapangan pekerjaan. Kemudian pendidikan, biaya hidup yang terjangkau,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno atau Sandi menambahkan bahwa infrastruktur sekolah juga menjadi satu hal yang penting untuk diperhatikan.

“Jadi ini yang menjadi perhatian kita infrastruktur harus dibuat, paling tidak penuhi standar. Paling tidak proses mengajar dan mengajar bagus,” ungkap Sandi.

 

Baca Juga :