Data Dalam Statistik Definisi dan Pengertiannya

Data Dalam Statistik

Data adalah ukuran variabel. Data diperoleh dengan mengukur nilai satu atau lebih variabel dalam sampel (atau populasi). Data dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis, dimensi waktu dan asal.
Berdasarkan jenisnya, data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif.

A. Data kuantitatif

adalah data yang diukur pada skala numerik (angka). Data kuantitatif dapat dibagi menjadi:

Data interval, yaitu data yang diukur dari jarak antara dua titik pada skala yang diketahui. Misalnya: IPK mahasiswa (interval dari 0 hingga 4); usia produktif (berkisar 15 hingga 55 tahun); suhu udara dalam derajat Celsius (berkisar dari 0 hingga 100 derajat).
Laporkan data, atau data yang diukur berdasarkan proporsi. Misalnya: tingkat pengangguran di provinsi Sumatera Utara; Tingkat inflasi Indonesia pada tahun 2000; persentase orang miskin di Sumatera utara; Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara

B. Data kualitatif

data yang tidak dapat diukur pada skala numerik. Namun, karena semua data dalam statistik harus dalam bentuk angka, data kualitatif umumnya dikuantifikasi untuk diproses. Kuantifikasi dapat dilakukan dengan mengklasifikasikan data dalam bentuk kategori. Data kualitatif dapat dibagi menjadi:
untuk.

a.Data nominal, yaitu data yang dideklarasikan dalam bentuk kategori. Sebagai contoh, industri Indonesia dari Kantor Pusat Statistik diklasifikasikan sebagai:

Industri dalam negeri, dengan tenaga kerja 1-4, menerima kategori 1.
Industri kecil, dengan total 5-19 orang, menerima kategori 2.
Industri media, dengan tenaga kerja 20-100 orang, yang termasuk kategori 3.
Industri besar, dengan tenaga kerja lebih dari 100 orang, menerima kategori 4. Angka-angka yang menunjukkan kategori ini menunjukkan bahwa posisi data memiliki tingkat yang sama. Dalam contoh di atas, angka 4 tidak berarti bahwa industri besar memiliki nilai lebih tinggi daripada industri kecil yang jumlahnya 1. Angka ini hanya menunjukkan kode kategori yang berbeda.

b. Data ordinal,  yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kategori, tetapi posisi data tidak pada derajat yang sama karena ditunjukkan dalam skala evaluasi. Misalnya, pada skala Likert.
Berdasarkan bagaimana perolehan data kuantitatif dapat dibagi menjadi data diskrit dan data kontinu. Data yang diperoleh dari hasil penghitungan atau penomoran termasuk dalam data diskrit, sedangkan data yang diperoleh dari pengukuran hasil dimasukkan dalam data kontinu.
Menurut sumbernya kita tahu data internal dan data eksternal. Data internal adalah data yang diperoleh dari perusahaan atau instansi terkait. Sedangkan data eksternal diperoleh dari luar agensi atau perusahaan. Data eksternal dapat dibagi menjadi data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang dikeluarkan oleh organisme serupa. Sedangkan data lain termasuk data sekunder. Semua data baru yang telah dikumpulkan dan belum pernah diproses disebut data mentah.

Pengolahan data

Setelah memperoleh data kuantitatif, pemrosesan dan verifikasi data dari berbagai hipotesis dilakukan. Pemrosesan data dilakukan untuk mencari ukuran sentralisasi data, dalam hal ini rata-rata dan mencari ukuran penyebaran data dalam hal ini varian dan standar deviasi. Selanjutnya, uji normalitas, homogenitas dan hipotesis dilakukan. Ketika data terdistribusi normal, dimungkinkan untuk melakukan tes parametrik dan sebaliknya ketika data tidak terdistribusi normal, dimungkinkan untuk melakukan tes non-parametrik

Penyajian data
Data yang diperoleh dan diproses, kemudian dilakukan interpretasi dan penyajian data. Secara umum, ada dua jenis cara untuk menyajikan data dalam statistik, yaitu:
untuk. Tabel atau daftar yang dapat berupa:
– Daftar baris kolom
– Daftar kemungkinan
– Daftar distribusi frekuensi
b. Grafik atau diagram yang terbagi menjadi:
– diagram batang atau balok
– Garis atau grafik grafik
– Grafik pie, dll.

Populasi dan sampel

Populasi adalah jumlah total pengamatan yang menjadi perhatian kita baik terbatas maupun tidak terbatas. Seringkali tidak praktis untuk mengambil data dari seluruh populasi untuk menarik kesimpulan. Untuk alasan ini, sampel diambil, yaitu bagian atau kepala populasi. Sampel yang diambil dapat mewakili populasi yang ada. Dikatakan bahwa prosedur pengambilan sampel sampel yang menghasilkan kesimpulan terlalu tinggi atau terlalu rendah pada karakteristik populasi terdistorsi. Untuk menghindari kemungkinan bias ini, Anda perlu menggambar sampel acak atau sampel acak sederhana. Sampel acak sederhana didefinisikan sebagai contoh yang dipilih sedemikian rupa sehingga setiap subbagian dari ukuran populasi n memiliki

Sumber : rumusguru.com