al-Mashalih al-dharuriyyah

al-Mashalih al-dharuriyyah

Maslahat yang pertama atau al-Mashalih al-dharuriyyah mengandung beberapa bagian, yaitu: menjaga agama (hifz ad-din), menjaga jiwa (hifz an-nafs), memelihara akal (hifz ‘aql), memelihara keturunan (hifz an-nasl), dan memelihara harta (hifz al-mal). Kelima al-mashlahat ini selanjutnya disebut al-kulliyyat al-khamsah. Maqashid ad-Daruriyyah merupakan sesuatu yang mutlak ada demi kelangsungan hidup manusia. Dalam hubungan ini pula asy-Syatibi mengemukakan bahwa tujuan awal dari syari’at adalah menegakkan kelima dasar maqashid ini dan menjaga keberlangsungannya.

  1. al-Mashalih al-Hajiyyah

Mashlahah yang kedua adalah al-mashalih al-hajiyyah yaitu sesuatu yang harus ada untuk memenuhi kebutuhan. Mashlahah ini sebaiknya ada agar dalam melaksanakannya terdapat keleluasaan dan terhindar dari kesulitan. Apabila ini tidak ada, sebetulnya ia tidak menimbulkan kerusakan atau kematian, tetapi akan menimbulkan masyaqqah dan kesempitan, misalnya hukum jual beli, pinjam meminjam, pernikahan, dan bentuk-bentuk mashlahah lainnya. Al-mashalih al-hajiyyah berada setingkat di bawah al-mashalih               al-dharuriy karena ia merupakan turunan dari al-mashalih al-dharuriy dan berfungsi untuk mewujudkan tujan-tujuan al-mashalih al-dharuriy. Hukum perkawinan mislanya berfungsi untuk mewujudkan hifdz an-nasl.  

 

Sumber :

https://solopellico3p.com/samsung-siapkan-pengisi-daya-nirkabel/